ABSTRAK


Rinaldi Hamzah,
2008510010, Tinjauan Yuridis Terhadap Eksekusi Putusan atas Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Terhadap Pemerintah (Studi Kasus : Putusan Nomor : 297k/pdt/2009) Dibawah Bimbingan Dr.Yuherman SH. MH, MKn Pembimbing I Dan Hj. Liza Marina S.H., MH., Pembimbing II, 65 halaman.

Eksekusi atas sebuah putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht van gewidjsde) sering sekali dianggap langkah terakhir penyelesaian suatu sengketa di pengadilan, dimana pihak yang menang berharap dilaksanakannya eksekusi tersebut, maka ia akan mendapatkan hak nya sebagai yang ditentukan dalam putusan pengadilan. Berdasarkan praktiknya pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan tidak semudah yang dibayangkan, namun mengalami hambatan. Seperti perbuatan melawan hukum oleh Pemerintah selaku Tergugat atau disebut dengan “onrechmatige overheidsdaad” Hal ini mengingatkan pada suatu kasus ruang lingkup perdata terkait susu formula yang terkena virus eterobacter Sakazakii, yang dilakukan oleh pemerintah. Dengan rumusan masalah  sebagai berikut : (1)Bagaimana perlindungan hukum terhadap hak-hak konsumen dalam perkara nomor:2975k/pdt/2009?(2)Bagaimana eksekusi putusan pengadilan terhadap perkara yang tergugatnya adalah pemerintah pada perkara No.2975 K/Pdt/2009?, adapun metode penelitian sebagai berikut : Yuridis Normatif, Jenis data yang digunakan : Bahan hukum primer : Undang-Undang Dasar Tahun 1945, UU No.48 tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman, UU No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, HIR dan Rbg, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata). Bahan hukum sekunder : seperti buku-buku,jurnal. Bahan hukum tersier : yaitu bahan yang memberikan informasi seperti kamus hukum,kamus bahasa Indonesia. Dengan kesimpulan dalam penelitian yaitu : (a) Perlindungan hukum terhadap hak-hak konsumen pada perkara nomor 2975/K/Pdt/2009  terkait peredaran susu formula khususnya balita-balita dan/atau anak anak  dalam mengkosumsi susu formula tidak mendapatkan mutu,keamanan, khasiat produk berisiko dalam standarisasi penilaian dalam inspeksi pegujian laboratorium oleh Instansi Badan Pemeriksa Obat dan makanan (BPOM RI)  dan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dilakukan penelitian oleh dr.Sri Estuningsih (Peneliti dari IPB) dengan hasil penelitian secara medis tahun 2003-2006 terbukti 22,73% dari sampel 22 Produk susu formula telah tercemar bacteri enterobacter sakazaaki. (b) Eksekusi putusan pengadilan pada perkara nomor 2975/K/Pdt/2009 yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkrach) tidak di implementasikan oleh para pihak tergugat (Kementerian Kesehatan RI, Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM RI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan sukarela, dan ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melalui juru sita pengadilan melaksanakan eksekusi secara paksa kepada para tergugat dengan mengingat dan menimbang, sifat –sifat dalam amar putusan adalah “Comdemnatoir” artinya menghukum para tergugat melaksanakan amar putusan. adapun Saran Peneliti adalah Diperlukan pengawasan kewenangan dari Ombusman Republik Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan putusan pengadilan yang diperintahkan untuk menjalankan putusan pengadilan dan pejabat yang melaksanakan putusan pengadilan.

Attachments:
Download this file (ABSTRAK RINALDI HAMZAH_2008510010.pdf)ABSTRAK RINALDI HAMZAH_2008510010.pdf[ ]196 Kb